
Narendra Janu
live your life as simple as you can
biodata

Nama lengkap : Narendra Januar Mastama
Nama Panggilan : Janu, Rendra
Tempat tanggal lahir : Denpasar, 9 Januari 1999
Kewarganegaraan : Indonesia
Keluarga : Ayah, Ibu, adik
Pekerjaan : Mahasiswa
Yang disukai : Buku, film, komik, kopi
Yang tidak disukai : Tempat ramai, orang yang berisik, suatu hal yang rumit
Motto : Live your life as simple as you can.
Latar Belakang

Janu lahir dengan nama lengkap Narendra Januar Mastama, lahir prematur tahun 1997 saat kedua orang tuanya sedang makan malam romantis di restoran mewah.
(Udah nyusahin dari lahir emang si Bli Janu ini. Untung ganteng).
Janu blasteran Bali dan Sunda. Ibunya berasal dari Bali, sementara ayahnya asli Bandung. Mereka berdua bertemu saat sang ayah sedang dinas di Bali sampai keduanya menikah, dan ibu dapat tugas mengajar di UPI Bandung, membuat keluarga Mastama sekarang menetap di Bandung sejak sebelum Janu lahir.
Janu tinggal bersama ayah, ibu, dan adik perempuannya di Jl. Cipaganti, Bandung. Iya, di jalan yang katanya horor karena isinya rumah koloni semua.
Sekarang Janu menjadi seorang pemilik coffee shop yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Coffee shopnya ini terkenal karena Janu membiarkan peliharaannya, Jun, Jin, dan Jon berkeliaran bebas di coffee shop-nya, membuat orang-orang khususnya penyuka binatang dan kucing betah untuk lama-lama disana.
Janu sebenarnya bukan mahasiswa lulusan catering atau tata boga, ia hanya mahasiswa lulusan ptn yang merasa salah masuk jurusan.
Terlepas dari hal itu, Janu sebenarnya lebih tertarik menjadi seorang psikolog, tetapi saat seleksi SNMPTN dia justru diterima di jurusan pilihan keduanya, makanya kadang Janu suka masih rada sensi kalau ditanya cita-cita dia apa atau apa jurusan yang diambilnya.
Ayah Janu baru pensiun dari profesi pilotnya, sekarang lagi seneng-senengnya berkebun depan rumah, biasanya yang rajin menemani hobi sang ayah adalah adik perempuannya yang masih SMA. Tapi karena adiknya tidak selalu ada di rumah, jadilah Janu yang harus bersedia menemani sang ayah berkebun di sela-sela pekerjaannya sebagai pemilik coffee shop dan penulis. Semenjak Catderland terkenal, Janu memilih untuk mengangkat beberapa karyawan untuk membantunya, mulai dari mengantar pesanan hingga membuat kopi karena semester kemarin ia sedang sibuk-sibuknya menjadi mahasiswa tingkat akhir. Untung sekarang ia sudah melepas titel mahasiswanya dan kembali ke rutinitasnya menjadi pemilik café dan asisten nomor satu ayah di kebun.
" ...Doubt truth to be a liar but never doubt I love"
ㅡ Shakespeare
Janu juga cukup introvert, tapi karena gampang enggak enakan, dia gakbisa nolak permintaan tolong dari orang-orang yang memelas padanya, apalagi adik dan ayah ibu, apa yang mereka minta langsung Janu kasih tanpa bertanya dulu.
Book enthusiast
Selain menjadi seorang pemilik coffee shop, Janu juga aktif sebagai seorang freelance writer sejak masih kuliah. Janu sudah menekuni kegemarannya dalam hal kepenulisan sejak remaja, mulai dari sering mengirim hasil tulisannya ke majalah-majalah, mengikuti komunitas, ikut projek lepas, sampai menjadi penulis buku yang cukup terkenal dengan buku kumpulan puisi dan sajaknya.
Janu bukan mahasiswa aktivis, tapi juga bukan mahasiswa apatis saat kuliah dulu. Sempat ikut himpunan satu periode waktu tingkat dua, habis itu berhenti karena mau fokus menulis saja meskipun akhirnya dia malah buka coffee shop dan lebih menekuni pekerjaannya sebagai pemilik coffee shop daripada penulis best seller.
Mantannya cuma dua, dan semuanya putus enggak lebih dari dua bulan. Kenapa? Merekanya enggak kuat sama sikap Janu yang 'katanya' menel sana sini.
"Saya bukan menel, cuma bersikap ramah." ㅡ Janu.
Sekarang Janu lebih sering menghabiskan waktunya dengan Jun, Jin, dan Jon serta para tomat dan cabe di kebun Ayah.
Fakta janu

• Anak pertama dari dua bersaudara
• Blasteran, Bandung x Bali
• Sayang keluarga, apalagi adeknya
• Cita-cita waktu kecil (sampai sekarang) jadi Psikolog
• Film favorit, Sherlock Holmes series
• Makanan kesukaan, semua olahan daging-dagingan
• Coffee addict
• Daripada jalan-jalan random dan ada di kerumunan orang yang enggak dia kenal, Janu lebih milih ngopi di kamar dan baca buku atau marathon nonton Sherlock Holmes
• Baru pernah pacaran dua kali, dan enggak ada yang lebih dari dua bulan
• Sayang banget sama sahabatnya dari zaman SMA (sayang enggak disayang balik)
• Pertama kali ditonjok ayah waktu Janu bikin tato di rusuknya pas kuliah
• Janu hobi baca dan nulis, lebih tepatnya suka ngoleksi buku
• Suka semua jenis bacaan, dari sastra berat sampai komik romance
• Buku pertamanya yang best seller adalah buku kumpulan puisi patah hati yang terinspirasi dari sang sahabat (pastinya si dia gak tahu kalau itu buku terinspirasi dari kisah pribadi dia sendiri)
• Sempat jadi anggota geng motor waktu SMA sebelum akhirnya sahabat ceweknya ngajakin dia berhenti dan fokus belajar
• Penulis favorit, William Shakespears sama Conan Doyle
• Mata kanan minus 2, mata kiri minus 1.5 sama silinder jadi kadang doi suka pakai kacamata kalau males pake kontak lens
• Janu bukan cowok innocent dan bener bener baik, dia kadang ngerokok (kalau lagi stres), dan hang out bersama teman-temannya ke pub (meskipun ini jarang banget) tiap punya masalah, tapi sikapnya yang ramah dan menghormati cewek selalu bikin orang-orang enggak sadar sama kejelekannya
• Janu lebih suka pakai bahasa baku, seperti saya-kamu, daripada lo-gua. Tapi karena beberapa kali diledek teman-temannya, jadi Janu mulai membiasakan diri pakai lo-gua
• Tbc.